ad

Retardasi Mental

Keterbelakangan mental menerangkan keadaan fungsi intelektual umum bertaraf subnormal yang dimulai dalam masa perkembangan individu dan berhubungan dengan terbatasnya kemampuan belajar maupun penyesuaian diri proses pendewasaan individu tersebut atau kedua-duanya. (Nelson, 2000). Menurut WHO (dikutip dari Menkes, 1990) Retardasi mental adalah kemampuan mental yang tidak mencukupi. Menurut Melly Budhiman Retardasi Mental ini memiliki kriteria sebagai berikut : 1.Fungsi intelektual umum di bawah normal (umumnya di bawah 70). 2.Terdapat kendala dalam perilaku adaptif sosial. 3.Gejalanya timbul dalam masa perkembangan yaitu di bawah usia 18 tahun. Bila ditinjau dari gejalanya Melly Budhiman (dikutip dari Soetjiningsih, 1994) membagi Retardasi Mental dalan : 1.Tipe Klinik Biasanya mudah dideteksi sejak dini, mempunyai penyebab organik dan kelainan fisik maupun mental yang diderita cukup berat. Kebanyakan anak ini memerlukan perawatan yang terus menerus dan perkembangannya sangat lambat. 2.Tipe Sosio Budaya Biasanya baru diketahui setelah anak mencapai usia sekolah. Penampilannya seperti anak normal, diagnosis Retardasi Mental baru ditegakkan setelah anak masuk sekolah dan ternyata tidak dapat mengikuti pelajaran. Tipe anak ini mempunyai taraf IQ golongan borderline dan Retardasi Mental ringan. Anak Retardasi Mental memiliki tingkat ketergantungan yang berbeda, tergantung level cacat mental (tingkat IQ) dan segberapa jauh proses optimalisasi yang dilakukan oranga tua atau pengasuhnya. Menurut nilai IQ nya, maka intelegensi seseorang dapat digolongkan sebagai erikut (dikutip dan Swaiman, 1989) : Nilai IQ Sangat Superior 130 atau lebih, Superior 120 – 129 ,Di atas rata-rata 110 – 119, Rata-rata 90 – 110, Retardasi Mental Borderline 70 – 79,Retardasi Mental Ringan (Mampu didik) 52 – 69, Retardasi Mental Sedang (Mampu latih) 36 – 51, Retardasi Mental Berat 20 – 35, Retardasi Mental Sangat Berat Di bawah 20 Klasifikasi anak Retardasi Mental menurut IQ (Nelson, 2000 adalah : 1.Mild Retardation, biasanya tingkat IQ 50-55 sampai dengan 68-70. Merupakan level yang umum. Anak dapat belajar keterampilan teoritis, dapat hidup mandiri dengan latihan khusus misalnya belajar ilmu hitung. Anak juga dapat mandiri seperti mandi, memakai baju sendiri. Anak dapat mencapai usia kejiwaan 8-12 tahun (usia sekolah). 2.Moderate Retardation IQ 35-40 sampai dengan 50-55 dapat belajar keterampilan merawat diri, latihan sosial dan kejuruan dasar lingkungan kerja yang terlindung. Usia kejiwaan anak adalah 3- 7 tahun (suaia prasekolah). 3.Sever Retardation IQ 20-25 sampai dengan 35-40 perlu pengawasan sepanjang sisa waktu lahir, dapat melakukan latihan khusus untuk mempelajari beberapa keterampilan diri. Usia kejiwaan anak biasanya Toddler. 4.Profound Retardation IW kurang dari 20-25. Tidak mampu belajar keterampilan merawat diri. Anak umumnya dilembagakan, usia kejiwaan usia bayi. Penjelasan di atas jelas menunjukkan tingkat ketergantungan anak Retardasi Mnetal lebih tinggi dibandingkan dengan anak yang pertumbuhan dan perkembangan anak yang normal dan optimal. Anak Retardasi Mental dapat dikenali dari tanda sebagai berikut (Sacharin Rosa, 1990) : 1.Penampilan fisik tidak seimbang, misalnya kepala terlalu kecil/besar, mulut melongo, mata sipit/mongoloid, badan bungkuk. 2.Kecerdasan terbatas. 3.Tidak dapat mengurus diri sendiri tanpa bantuan orang lain sesuai usia. 4.Arah minat sangat terbatas kepada hal-hal yang terbatas, sederhana saja. 5.Perkembangan bahasa/bicara lambat. 6.Tidak ada/kurang sekali perhatian terhadap lingkungannya (pandangan kosong) dan perhatiannya labil, sering berpindah-pindah. 7.Koordinasi gerakan kurang, gerakan kurang terkendali. 8.Daya ingatannya lemah, emosi sangat miskin dan terbatas, apatis dan acuh tak acuh terhadap sekitarnya. 9.Sering ngiler/keluar cairan dari mulut. Secara garis besarnya faktor penyebab dapat dibagi 4 golongan (Soetjiningsih, 1994) yaitu : 1.Faktor geneitik Akibat kelainan kromosom : a.Kelainan jumlah kromosom misalnya trisomi – 21 atau dikenal Mongolia atau Syndrome Down. b.Kelainan bentuk kromosom. 2.Faktor Prenatal Dimaksudkan adalah keadaan tertentu yang telah diketahui ada sebelum atau pada saat kelahiran, tetapi tidak dapat dipastikan sebabnya. 3.Faktor Perinatal a.Proses kelahiran yang lama, misalnya Plasenta previa, ruptur tali umbilikus. b.Posisi janin yang abnormal seperti letak bokong atau melintang, anomalo uterus dan kelainan bentuk jalan lahir. c.Kecelakaan pada waktu lahir dan distress fatal. 4.Faktor Pascanatal a.Akibat infeksi (meningitis, ensefalitis, meningoesefaitis dan infeksi). b.Trauma kapitis dan tumor otak. c.Kelainan tulang tengkorak. d.Kelainan endokrin dan metabolik, keracunan pada otak serta faktor sosio budaya.

1 comments:

kewi Kurnia (Banda Aceh) mengatakan...

mksh banyak ya..bacaannya mudah banget d cerna...kami tunggu topik yang ter up date ya...

Posting Komentar