ad

Gastroenteritis

Gastroenteritis merupakan keluarnya tinja/feses berbentuk cair sebanyak tiga kali atau lebih dalam 24 jam pertama dengan temperatur rectal diatas 380C, kolik dan muntah. (Arthur, 1992) Gastroenteritis merupakan suatu keadaan dimana buang air besar tak normal, tinja mengandung air lebih banyak dibandingkan dengan normal dan dikeluarkan dengan banyak angin frekwensi 3x atau lebih dalam sehari. (Jody, A. 1996) Gastroenteritis akut merupakan peningkatan kekerapan, bertambah cairnya atau bertambahnya tinja yang dikeluarkan relatif terhadap kebiasaan yang ada pada penderita dan berlangsung tidak lebih dari 1 minggu. (Soeparto, P. 1999) Gastroenteritis merupakan suatu keadaan dimana kebiasaan individu buang air besar tidak seperti biasanya, frekwensi, konsistensi, dan jumlahnya. (Johnson, 1988) Diare merupakan gejala dari proses patofisiologi dalam saluran intestinal yang disebabkan oleh bakteri pathogen, dapat pula disebabkan oleh makanan yang terkontaminasi, diawetkan, makanan basi. Gastroenteritis merupakan keadaan dimana individu mengalami atau beresiko mengalami pengeluaran feses cair atau tidak berbentuk dengan batasan karakteristik: a.Mayor (harus ada) -pengeluaran feses cair dan atau -peningkatan frekwensi (lebih dari 3x/hari) b.Minor (mungkin ada) -nyeri kram abdomen -Peningkatan frekwensi bising usus -Peningkatan feses cair atau jumlah feses (Carpenito. 1998) Penyebab Gastroenteritis Penyebab gastroenteritis digolongkan sebagai berikut : a.Infeksi intestinal, disebabkan oleh : -Virus : Rotavirus, astrovirus, virus norwalk, corona virus, dan virus bulat -Bakteri : Aeromonas, hydrophila, bacillus cereus, cophylobaxter b.Non infeksi yaitu disebabkan bukan karena infeksi atau kuman apapun melainkan oleh karena kurang gizi, alergi, maupun intoleran terhadap makanan, penyakit imunodefisiensi (gangguan dalam pembuatan zat antibodi, keracunan makanan oleh kuman dan faktor psikologis) (Misnadiarly. 1995) Gejala dan Tanda Klinik 1.Gejala Klinik a.Bertambahnya frekwensi BAB dengan bentuk dan konsistensi yang lain dari biasanya dapat cair berlendir, atau berdarah b.Muntah dan disertai panas yang tidak terlalu tinggi c.Anoreksia, Kembung Tanda Klinik -rasa haus -turgor menurun -bibir dan mulut kering -mata cowong -air mata tak keluar -ubun-ubun besar cekung -oligoria, bahkan anuria -tensi menurun -takikardia -kesadaran menurun (Duggan, C. 1994) -Penatalaksanaan Medik 1.Pemberian cairan/Rehidrasi a.jenis cairan -Cara rehidrasi oral Formula lengkap (NaCl, NaHCO3, KCl dan Glukosa) seperti oralit, pedyalit setiap kali diare. Formula sederhana ( NaCl dan Sukrosa) 2)Cara parenteral a)Cairan I : RL dan NS b)Cairan II : D5 ¼ salin,nabic. KCl D5 : RL = 4 : 1 + KCl D5 + 6 cc NaCl 15 % + Nabic (7 mEq/lt) + KCl c)HSD (Half Strengh Darrow) D ½ 2,5 NS cairan khusus pada diare usia > 3 bulan. Cara pemberian 1)Oral (dehidrasi sedang, anak mau minum, kesadaran baik) 2)Intra gastric ( bila anak tak mau minum, makan, kesadaran menurun) c.Jumlah Cairan tergantung pada : 1)Defisit (derajat dehidrasi) 2)Kehilangan sesaat (concurrent less) 3)Rumatan (maintenance). Jadwal/kecepatan cairan Pada anak usia 1- 5 tahun dengan pemberian 3 gelas bila berat badannya + 13 kg : maka pemberianya adalah : a) BB (kg) x 50 cc b) BB (kg) x 10 – 20 = 130 – 260 cc setiap diare = 1 gelas. Terapi standar pada anak dengan diare sedang : + 50 cc/kg/3 jam atau 5 tetes/kg/mnt Terapi a.obat anti sekresi : Asetosal, 25 mg/hari dengan dosis minimal 30 mg b.obat anti spasmotik : Papaverin, opium, loperamide c.antibiotik : bila penyebab jelas, ada penyakit penyerta Dietetik -Umur > 1 tahun dengan BB >7 kg, makanan padat/makanan cair atau susu -Dalam keadaan malabsorbsi berat serta alergi protein susu sapi dapat diberi elemen atau semi elemental formula. Supportif Vitamin A 200.000. IU/IM, usia 1 – 5 tahun

0 comments:

Posting Komentar