ad

Diabetes Mellitus

Diabetes Mellitus (DM) adalah gangguan metabolik kronis yang tidak dapat disembuhkan tetapi dapat dikontrol yang dikarakteristikkan dengan hiperglikemia karena defisiensi insulin atau ketidakadekuatan penggunaan insulin. (Barbara Engram, 1998 : 532). Diabetes Mellitus (DM) adalah keadaan hiperglikemia kronik disertai berbagai kelainan metabolik akibat gangguan hormonal, yang menimbulkan berbagai komplikasi kronik pada mata, ginjal, saraf, dan pembuluh darah, disertai lesi pada membran basalis dalam pemeriksaan dengan mikroskop elektron. (Mansjoer Arif, 1999 : 580). Diabetes Mellitus (DM) merupakan suatu penyakit kronik yang kompleks yang melibatkan (1) kelainan metabolisme karbohidrat, protein dan lemak dan (2) berkembangnya komplikasi makrovaskuler, mikrovaskuler dan neurologis. Etiologi Insulin Dependent Diabetes Mellitus (IDDM) atau Diabetes Mellitus tergantung Insulin (DMTI) disebabkan oleh destruksi sel  pulau langerhans akibat proses auto imun. Sedangkan Non Insulin Dependent Diabetes Mellitus (NIDDM) atau Diabetes Mellitus tidak tergantung insulin (DMTII) disebabkan kegagalan relatif sel  dan resistensi insulin. Resistensi insulin adalah turunnya kemampuan insulin untuk merangsang pengambilan glukosa oleh jaringan perifer dan untuk menghambat produksi glukosa oleh hati. Patofisiologi Diabetes Mellitus I (IDDM) dapat memperlihatkan rentang gejala dari ringan, gejala tidak spesifik sampai koma yang jelas. Umumnya akan menyerang pada individu yang berusia di bawah 30 tahun, yang sering memperlihatkan tanda-tanda klasik diabetes : poliuria, polidepsia dan polifagia. Individu dengan diabetes tipe I adalah insulin openik (memiliki defisiensi absolut insulin sebagai akibat kerusakan sel-sel beta pankreas) ; oleh karenanya pada penderita tersebut memerlukan pemberian insulin eksogen untuk mencegah ketoasidosis dan mempertahankan kehidupan. Dan tipe II, atau NIDDM, dapat ditunjukkan dengan beberapa atau tanpa gejala-gejala klasik DM. DM ini tipikal terjadi pada individu di atas usia 30 tahun yang mengalami kekurangan insulin relatif karena resisten terhadap insulin atau penurunan sensitivitas jaringan/responsivitas terhadap insulin eksogen/endogen. Manifestasi Klinis Diagnosis Diabetes Mellitus awalnya dipikirkan dengan adanya gejala khas berupa polifagia, poliuria, polidipsia, lemas, dan berat badan turun. Gejala lain yang mungkin dikeluhkan pasien adalah kesemutan, gatal, mata kabur, dan impotensi pada pria, serta pruritus vulva pada wanita. Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan penyaring dapat dilakukan dengan pemeriksaan glukosa darah sewaktu, dapat diikuti dengan tes toleransi glukosa oral (TTGO) standart. Untuk kelompok resiko tinggi yang hasil pemeriksaan penyaring negatif, perlu pemeriksaan penyaring ulangan tiap tahun. Bagi pasien berusia > 45 tahun tanpa faktor resiko, pemeriksaan penyaring dapat dilakukan setiap 3 tahun. Komplikasi Akut : Koma Hipoglikemia, Ketoasidosis, Koma Hiperosmolar non ketotik Kronik : Makroangiopati, mengenai pembuluh darah besar, pembuluh darah jantung, pembuluh darah tepi, pembuluh darah otak, Mikroangiopati, mengenai pembuluh darah kecil, retinopati diabetik, nefropati diabetik, Neuropati diabetik, Rentan infeksi, seperti TB paru, gingivitis, infeksi saluran kemih, Kaki diabetik. Penatalaksanaan Dalam jangka pendek penatalaksanaan Diabetes Mellitus bertujuan untuk menghilangkan keluhan/gejala Diabetes Mellitus, sedangkan tujuan jangka panjang adalah untuk mencegah komplikasi. Tujuan tersebut dilaksanakan dengan cara menormalkan kadar glukosa, lipid dan insulin. Kerangka utama penatalaksanaan Diabetes Mellitus yaitu perencanaan makan, latihan jasmani, obat hipoglikemik dan penyuluhan.

0 comments:

Posting Komentar